Wednesday, June 10, 2009

Boogieman, the boogie is for real


Awesome! Sebenernya satu kata aja udah sangat cukup buat deskripsiin Boogieman itu seperti apa. Tapi di rubrik interview OUCH! kali ini ada ratusan kata yang bisa ngejawab rasa penasaran Ouchers, “Boogieman? Awesome seperti apa sih?”

Kalian kan termasuk grup hip-hop yang cukup baru buat Ouchers, bisa tolong ceritain ga sejarah terbentuknya Boogiemen?

Boogiemen terbentuk pada tanggal 27 Agustus 2006 dan beraliran hip-hop/soul/jazz. Formasi awalnya terdiri dari 4 orang: Kyriz (Rap/Beatbox), Theo (Bass/Vocal), Ibro (Guitar/Vocal), dan Mone (Drums) yang kebetulan latar belakang influence musiknya ga jauh beda dan kebetulan juga semuanya kuliah di FISIP Universitas Parahyangan, Bandung. Boogiemen awalnya sering tampil di acara-acara kampus dan komunitas Bandung dengan repertoire lagu kayak The Roots, Guru, Common dan Q-Tip. Konsep instrumental yang sangat minimalis diiringi dengan rap berbahasa Inggris memang ngebuat kami lebih susah diterima pada awalnya. Butuh waktu yang cukup lama, trial and error yang cukup banyak, dan berbagai perubahan arrangement dan stage acts di setiap performance untuk akhirnya bisa dinikmati oleh kuping market musik Bandung, terutama Universitas Parahyangan. Setelah ngelewatin sejumlah proses pemikiran maupun pertimbangan konsep group Boogiemen itu sendiri, terjadilah perombakan-perombakan dalam personil, formasi dan konsep stage performance. Dan akhirnya Boogiemen hanya terdiri dari 3 orang yaitu Kyriz (Rap/Beatbox), Theo (Guitar/Vocal), dan Iyay (Harmonica/Vocal). “We Are Ready To Take Indonesia & The World By Surprise…!!!”

Ceritain dong perjalanan karir sampe akhirnya bisa ngebuat album?

Pertengahan tahun 2007, Kyriz yang deket sama anak-anak Maliq diajak kolaborasi di album mereka yang kedua “Free Ur Mind”. Selama promosi album kedua, Kyriz sering diajak manggung bareng di luar kota yang berlanjut ketahap iseng-iseng rekaman beberapa lagu di Organic Lab, bareng Widi dan Jawa. Dari situ Kyriz ngajuin tim yang berbentuk group Boogiemen untuk menuju proses rekaman yang lebih serius dan jadi bagian dari Organic Records dan The One Management. Proses rekaman yang memakan waktu kurang lebih dua tahun tersebut menghasilkan album berjudul “Nu Son To Shine” yang berisikan 6 lagu.



Lirik kalian kan kebanyakan berbahasa Inggris dan musik hip-hop agak segmented, bagaimana cara kalian menghadapi pasar industri Indonesia yang didominasi dengan musik pop bernuansa melayu dengan lirik Indonesia yang sangat mudah dicerna dan bertemakan cinta ?

Cara kami menghadapi pasar industri musik Indonesia adalah dengan cara mencari titik tengah antara musik yang ingin kita berikan dan musik yang mudah diterima oleh pendengar dan pengamat pasar industri musik Indonesia. Sebenarnya di setiap lagu Boogiemen tidak ada yang musiknya 100% pure hip-hop jadi essence hip-hop di lagu-lagu Boogiemen hanya diwakili sebagian besar oleh rap yang berbahasa inggris. Salah satu niat Boogiemen dari awal adalah ngubah mindset masyarakat Indonesia yang seringkali berpikir rap merupakan genre yang musiknya selalu hip-hop. Album pertama kami yang berjudul “Nu Son To Shine” menyajikan crossover dari berbagai genre music seperti hip- hop, soul, jazz, funk, rock, blues, electronic yang sekaligus membuktikan bahwa rap ga selalu harus diiringi musik hip-hop. Hook-hook vocal dan rap berbahasa inggris juga membuat lagu-lagu Boogiemen mudah diingat dan ear-cathing. So, Boogiemen merasa cocok dan sangat beruntung mendapatkan Widi Puradiredja sebagai seorang producer karena selain memiliki pengetahuan yang sangat luas dalam bidang black music, dia sangat open-minded dan berpengalaman ngebuat music yang bisa diterima oleh pasar industri musik Indonesia tanpa menghilangkan kualitasnya sedikit pun, dan karena dibantu juga oleh our brothers n sisters from Organic Records (Maliq & d’Essentials en Twentyfirst Night) dan The One Management dari segi musikalitas ataupun advices tentang persiapan dan bagaimana menghadapi pasar industri musik Indonesia, Boogiemen menjadi sangat termotivasi dan tidak sabar melihat reaksi pendengar dan pengamat musik Indonesia.



Tema OUCH! bulan ini kan tentang liburan yang menghasilkan, ada ga pengalaman masing–masing personel Boogieman mengisi waktu liburan dengan hal–hal berguna en menghasilkan kaya magang ato bisnis sendal gitu ?
Theo : Baru-baru ini gw ngisi waktu gw dengan melatih dan membangun dojo di kampus
Iyay : Kalo gw sih ngisi waktu dengan nyari-nyari gigs BLUES aja…
Kyriz : Ikut Maliq manggung di beberapa kota dan event-event besar, ngebantuin acara Dji Sam Soe “Urban Jazz Crossover” dan ikut featuring di album Soulvibe.
Apa rencana Boogieman ke depan ?
Manggung, manggung dan manggung sesering mungkin, bikin album lagi…hahahahahahahaha..memperbanyak link dengan musisi-musisi Indonesia. Dan yang paling penting adalah perform di stage internasional dan dikenal di industri musik worldwide…hahahahahaha

Ada tips–tips buat pemuda–pemudi Indonesia yang mau bikin grup hip-hop kayak Boogiemen?
Coba bikin dengan konsep musikalitas yang fresh, keunikan tersendiri n most importantly…mind-blowing n kick-ass.

Buat Ouchers yang penasaran sama lagu-lagunya Boogieman, coba search di Facebook dan dengerin!. OUCH! yakin lo pasti bakal jatuh cinta dan bilang “Can’t hardly wait for the album!”

No comments:

Post a Comment